TANTANGAN PEMBELAJARAN BACA TULIS SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID -19

BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM,

Membaca dan menulis merupakan dua hal yang tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran yang kita laksanakan di sekolah setiap harinya. Yah, bagaimana tidak?  Semua muatan dan mata pelajaran yang kita ajarkan tidak dapat dilepaskan dari kedua proses tersebut. Di awal peserta didik menginjakkan kakinya di sekolah dasar, guru sudah punya pekerjaan rumah bagaimana membuat mereka bisa membaca dan menulis dengan baik.

Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan sebagai penerapan kegiatan membaca bagi peserta didik, kegiatan literasi, membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai, jam kunjung perpustakaan adalah Sebagian kecil dari kegiatan membaca yang diwajibkan bagi peserta didik sebagai upaya mewujudkan budaya baca bagi mereka. Awalnya mereka merasa terpaksa, tertekan, bahkan bosan tapi seiring waktu mereka mulai terbiasa hingga merasa tidak nyaman jika tidak membaca buku dalam satu hari. Begitupun dengan kegiatan menulis, tak lepas dari keterkaitan dengan kegiatan membaca menuliskan hal-hal yang telah dibaca, menuliskan cerita, mengarang semua tidak dapat dilakukan dengan baik tanpa refrensi dari bacaan yang telah atau pernah dibaca oleh peserta didik.

Tapi, dimasa pandemic covid-19 dimana kegiatan tatap muka ditiadakan menjadi beban yang cukup berat bagi kami dalam membelajarkan membaca dan menulis dengan baik. Hal ini disebabkan karena pembelajaran lewat daring yang tidak dapat diakses dengan baik oleh semua peserta didik. Membagikan artikel kepada peserta didik untuk dibaca juga tidak serta merta membuat guru bisa meyakini bahwa siswa melakukan hal yang diinstruksikan, tapi dengan memintanya menceritakan kembali tentu akan memaksa mereka untuk harus membaca.

Hal lain yang kami lakukan yang dapat menjadi motivasi bagi peserta didik membaca, dengan memberi penugasan yang mewajibkan mereka browsing bahan bacaan di internet, bagi siswa kelas 6  ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, mendengarkan pembelajaran dari radio lalu menceritakan kembali dalam bentuk tulisan. Meskipun tidak semaksimal tatap muka tapi guru mengupayakan agar pembelajaran selama pandemic covid-19 tidak mengurangi harapan agar kegiatan membaca dan menulis peserta didik tetap berjalan dengan baik.


Comments

Post a Comment