SINTESIS BERBAGAI MATERI
FILOSOFI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA
(PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK )
Sebagai tokoh yang hidup dalam masa penjajahan kolonial, Ki Hajar
Dewantara tentu turut merasakan pendidikan kolonial Belanda yang menjatuhkan
martabat bumiputra. Karenanya, bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan haruslah
memerdekakan kehidupan manusia. Pendidikan mesti disandarkan pada penciptaan
jiwa merdeka, cakap dan berguna bagi masyarakat.
Akar pendidikan Ki Hajar Dewantara menempatkan kemerdekaan sebagai
syarat dan juga tujuan membentuk kepribadian serta kemerdekaan batin bangsa
Indonesia agar peserta didik selalu kokoh berdiri membela perjuangan bangsanya.
Menurut KHD Pendidikan
berpusat pada tiga yang sering disebut Tripusat Pendidikan yaitu:
- Lingkungan Keluarga : pendidikan penuh kasih tulus dari orang
tua tanpa pamrih, merupakan pendidikan yang pertama dan utama kepada
pembinaan watak dasar seorang siswa.
- Lingkungan Sekolah : secara formal merupakan titipan orang tua
siswa kepada sekolah tempat belajar ilmu dan adab.
- Lingkungan Masyarakat : mendidik sang anak dengan learning by
doing dalam pergaulan masyarakat. Kegiatan kemasyarakatan yang positif membantu
pembentukan watak sang anak dan harus dijauhkan dari kontaminasi pergaulan
yang negatif.
Bagi Ki Hajar
Dewantara, pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai paksaan. Ia menginginkan
peserta didik harus mengunakan dasar tertib dan damai, tata tenteram dan
kelangsungan kehidupan batin, kecintaan pada tanah air menjadi prioritas.
Karena ketetapan pikiran dan batin itulah yang akan menentukan kualitas
seseorang.
Memajukan
pertumbuhan budi pekerti, pikiran merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
terpisahkan, agar pendidikan dapat memajukan kesempurnaan hidup. Yakni,
kehidupan yang selaras dengan perkembangan dunia tanpa meninggalkan jiwa
kebangsaan.
Berkat perjuangan
KHD dalam dunia Pendidikan, dan melaksanakan Trilogi Pendidikan padaTaman siswa
yaitu:
1.
Tut wuri handayani :
memerdekakan siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya, sedang guru/pamong
membina dari belakang tidak boleh sekedar mendikte. Diutamakan pada tingkat
Taman Muda (SD).
2.
Ing Madya Mangun Karsa :
mendorong siswa agar dapat proaktif berbaur dan memotivasi siswa dalam KBM guna
aktif meningkatkan kualitas pendidikan (setiakawan, kerjasama, kreatif,
inovasi, laku praktek) pada tingkat Pendidikan Dasar hingga Perguruan Tinggi.
3.
Ing Ngarso Sung Tulodho :
memberi teladan kepada siswa agar dapat menjadi contoh bagi sesama dan
yuniornya. Pengabdian kepada sesama dan masyarakat dengan semboyan ilmu amaliah
dan amal ilmiah, demi kemaslahatan masyarakat luas bukan sekedar untuk golongan
atau pribadinya.
v Hal-hal yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas
sebelum saya mempelajari modul 1.1
Kegiatan di pagi
hari,
“Guru menyapa
siswa, menanyakan kehadiran dan absensi, mulai membuka pembelajaran kemudian menjelaskan
materi Panjang lebar, dengan harapan memberikan/menyampaikan konsep baru yang
dianggap “belum” diketahui oleh siswa, karena semua hal baru yang perlu
diketahui oleh siswa hanya dari guru menggunakan metode ceramah yang sangat popular,
sesekali memberikan kesempatan jika siswa ingin bertanya hal yang belum
dipahami, meskipun mereka lebih memilih diam seolah telah paham materi yang
diberikan. Dilanjutkan memberi contoh kemudian memberi penugasan. Lalu mengoreksi
hasil evaluasi, menyampaikan pembetulan soal yang banyak salah dan pembelajaran
selesai”
Demikian gambaran
cara dan proses mengajar yang sering dilakukan, berulang setiap hari dengan
harapan guru telah membelajarkan siswa dengan baik, menganggap guru menjadi
pusat dalam pembelajaran, meyakini anggapan bahwa semua ilmu hanya dari guru
dan siswa hanya botol kosong yang akan diisi dengan ilmu oleh guru.
Sebuah gambaran
pembelajaran di kelas yang tidak sesuai dengan filosofi pemikiran Ki Hadjar
Dewantara bahkan cenderung bertentangan, yang mana beliau menekankan Pendidikan
yang berpusat pada siswa, guru hanya menuntun menjadi “Among” bagi siswa. Menganggap
siswa sebagai benih-benih yang akan tumbuh dengan baik jika dirawat dengan baik
pula. Bagi KHD siswa harus merdeka dalam belajar.
v Setelah mempelajari modul filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yang
berubah dari pemikiran dan perilaku saya adalah
Guru bukan
satu-satunya sumber ilmu, siswa adalah bagian dari jiwa dan raga yang mempunyai
potensi, bakat, dan minat yang membutuhkan tuntunan dari guru. Siswa harus
merdeka dan mampu mengeksploitasi semua kemampuan dari dirinya dengan selamat
dan Bahagia.
Merasakan bahwa
metode yang diterapkan selama ini membuat siswa tertekan, terlebih guru tidak
memberi kesempatan kepada anak untuk berpikir kritis atau menyampaikan pendapat
dan harapannya.
Seharusnya saya
berusaha memberikan ruang yang lebih luas kepada setiap siswa, menyadari dengan
sepenuhnya bahwa tiap mereka berbeda satu dengan yang lain dan tiap mereka
punya hak yang sama untuk mengembangkan diri mereka dan mendapatkan
pembelajaran yang baik. Harus mampu
memfasilitasi dan menjadi tempat terbaik bagi mereka untuk menyampaikan semua
hal tentang perkembangan belajarnya.
Ada banyak hal
yang harusnya bisa kita pedomani dari filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara
tentang Pendidikan diantaranya: Pendidikan yang berpusat pada anak, menghargai
anak sebagai individu yang unik dengan karakter yang berbeda, pentingnya budipekerti sebagai pembentukan
karakter pada anak, pengaruh keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat
sebagai factor utama kemajuan anak.
v Yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas saya
mencerminkan pemikiran KHD adalah
·
Membuka diri untuk mendengarkan
siswa, mencoba menjadi bagian dari mereka
·
Dalam pembelajaran, menjadikan
siswa sebagai pusat belajar agar mereka mampu mengembangkan kemampuan diri.
·
Menelaah minat, bakat,
kemampuan anak agar dapat lebih menerima dan memahami segala kelebihan dan kekurangan
mereka.
·
Menerapkan pembiasaan baik
dalam kelas untuk menanamkan karakter pada diri anak.
Dengan menerapkan
hal-hal baik tersebut semoga dapat menjadi Langkah awal dalam memajukan Pendidikan
dan menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas tapi juga berkarakter
dan berbudi pekerti luhur,

Wow impressive
ReplyDeleteAlhamdulillah.. pemahaman tentang filosofi semakin KHD semakin paham. Sukses selalu bu, tetap semangat mengikuti PGP yg insya Allah, para GURU PENGGERAK seperti bapak/ibu lah yang memberikan inovasi dalam transformasi pendidikan. Selamat GURU HEBAT INDONESIA.
ReplyDeleteTerimakasih atas support dan motivasinya ibu,
DeleteGreat job, bu Andi Waliyyan!
ReplyDelete👌👌
ReplyDelete